PELAJARAN PENTING DARI HIJABERS MAKASSAR

Tinggalkan komentar

15 April 2018 oleh muteina

IMG_3979

Anggota Komunitas Hijabers Makassar (Sumber gambar : qiahladkiya.com)

16 April 2018. Hari ini usianya mencapai Tujuh tahun. Bila diibaratkan sebagai manusia, dia kini tumbuh menjadi anak yang mandiri. Mulai bisa membedakan perbuatan baik dan yang kurang baik. Dan mulai merasakan kepekaan terhadap kejadian di sekitarnya.

Komunitas Hijabers Makassar kini berusia tujuh tahun. Komunitas inilah yang banyak memberikan pelajaran penting bagi saya. Meski saya buka inisiatornya, namun saya telah ikut ambil bagian dalam menjalankan komunitas yang seluruh pesertanya adalah perempuan muslimah berhijab dengan berbagai karakter. Tawa, tangis hingga konflik telah kulalui dan semuanya itulah yang memberikanku banyak pelajaran berharga.

Saya setuju bila ada yang mengatakan bahwa perempuan merupakan makhluk ciptaan Allah yang unik dan lebih dominan dengan perasaan, kapanpun dan di manapun.

Perempuan memiliki hati yang sangat lembut dan sensitif. Karena itu siapapun yang melukai hatinya dia akan merasakan kepedihan yang mungkin tidak berlangusng lama namun terkadang pula ada yang merasakan kepedihan yang sangat mendalam hingga butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.

zonamuslimah-compressed-e1486976384845

(Ilustrasi, Sumber gambar : humairoh.com)

Sayapun setuju bila dikatakan perempuan pada umumnya banyak bicara jika dibanding dengan laki-laki. Terlalu banyak bicara hingga terkadang berujung gosip atau ghibah.

Begitupun dengan kami, anggota komunitas Hijabers Makassar. Meskipun kami sadar dalam ajaran islam, ghibah termasuk dosa besar. Sebagai perempuan yang sama dengan perempuan pada umumnya, khilaf kadang kami alami mana kala terbuai dan terlena pada perbincangan asyik dan lupa bahwa kami telah merugikan diri sendiri.

Untungnya dalam komunitas kami selalu saja ada satu, dua atau beberapa orang yang bersikap netral dan selalu mengingatkan bila ada beberapa di antara kami yang telah melampaui batas.

Yah, seperti itulah. Atas keterbatasan kami sebagai manusia biasa yang sering lupa, permasalahanpun sering muncul. Tidak menutup kemungkinan permasalahan yang kami alami juga sering dijumpai pada organisasi, genk atau dalam suatu pasangan.

Konflik misalnya. Sebelum menjadi ketua di komunitas Hijabers Makassar, saya sudah menemukan banyak konflik di sana. Perbedaan pendapat, tersinggung, bahkan terkadang masalah yang menurutku sangat sepeleh menjadi besar dan menyebar ke mana-mana. Tidak jarang dalam komunitas akhirnya terbentuk kubu-kubu yang masing-masing memiliki kekuatan yang sangat solid dalam mempertahankan argumen dan keinginan masing-masing.

(Baca juga : Menjawab Komentar Tentang Hijabers)

Jika berbicara soal konflik, saya teringat masa kuliah dulu. Salah satu kakak senior, Kanda Saipul Syafar yang merupakan ketua dari organisasi yang saya geluti saat itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah. Dalam suatu rapat dia mengatakan, “Konflik itu akan selalu ada. Bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi.”

Tanpa dia sadari, kalimat itu terus kusimpan dan selalu menjadi obat kuat saat saya menghadapi konflik.

Tahun 2013, saya menjadi ketua komunitas yang sangat kubanggakan ini. Sejak itu saya banyak menemuai sahabat-sahabt baru dengan berbagai karakter. Ada yang penyabar, ada yang sedikit bicara namun cerdas, ada yang banyak bicara dan lucu dan masih banyak lagi. Warna-warni telah kulukis dan kuhias dalam bingkai untuk kujadikan pembelajaran dalam bersikap. Selain cerita indah,hal yang burukpun tak jarang kutemui. Saling menyindir, ghibah, bahkan nyaris membenci satu sama lain.

wanita-muslimah-marah-kesal-

(Ilustrasi, sumber gambar : ruangmuslimah.co)

Pernah satu waktu, tanpa kusadari kepengurusan kami menghadapi konflik. Sejatinya dalam kepengurusan adalah tim yang saling mendukung satu sama lain. Namun tim kami telah terbagi menjadi dua kubu yang saling mencaci satu sama lain. Kabar itupun sampai di telingaku dan jadilah saya membuat pertemuan dadakan yang tentunya dengan niat untuk memperbaiki permasalahan yang ada.

Dalam pertemuan itu, kami saling beradu argumen, mengeluarkan keluhan dari masing-masing pengurus. Pertemuan itu memang diakhiri dengan ucapan maaf dan tangis haru. Namun, satu hal yang menjadi pembelajaran penting bagiku, bahwa perempuan yang hatinya terluka, kadang sulit melupakan. Begitupun yang dialami oleh beberapa pengurusku saat itu.

Bersikap netral dalam bersikap tentu menjadi hal yang harus kulakukan. Kuakui, itu tidak mudah. Meredakan emosi perempuan pun demikian. Mungkin inilah sebabnya kebanyakan laki-laki mengatakan bahwa menyenangkan perempuan itu rumit.

Di akhir masa jabatanku, kembali saya dihadapkan pada konflik. Kali ini saya sendiri bersama orang yang sudah seperti adikku sendiri yang telah kupilih dan kupercaya untuk menjadi penggantiku, menjalankan amanah menahkodai komunitas yang sangat kucintai ini.

Sebenarnya bukan permasalahan yang sangat serius. Hanya karena komunikasi yang kurang lancar, kamipun saling menerka-nerka hingga pemikiran negatif menghampiri dan jadilah kami putus komunikasi dalam waktu yang cukup lama.

Namun satu hal yang selalu kupercaya bahwa dalam setiap persoalan pasti ada jalan keluar. Jika tidak hari ini, akan ada waktu yang tepat bagi kami untuk saling bertemu dan saling menjelaskan satu sama lain. Yah, masa itu sudah kami lalui dan semuanya kini kembali membaik dan harmonis seperti apa yang diharapkan.

Perbedaan pendapat, tersinggung dan amarah mungkin akan selalu kita temui. Bukan hanya dalam komunitas kami, namun di segala tempat. Sebagai manusia biasa tentunya kita tidak luput dari berbagai kesalahan yang terkadang membuat orang lain tersinggung bahkan terluka. Sebagai makhluk biasa, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya bila pernah melukai secara sadar atau tidak sadar.

Tapi tahukah Anda, sebenarnya konflik juga memiliki manfaat positif. Setelah semua manis dan pahit yang kulalui bersama sahabat-sahabat lainnya di komunitas ini, semuanya justru membuat tim kita makin kuat.

Pascaperdebatan itu, justru membuat kita saling mendukung dan berusaha untuk memperlihatkan yang terbaik meskipun harus merelakan salah satu atau beberapa sahabat yang ingin memisahkan diri dari tim. Bagiku, tak masalah jika memang untuk kebaikan.

Memisahkan diri dari tim tentunya bukan berarti silaturrohim juga akan terputus. Sejauh ini dalam komunitas kami, silaturrohim tetap diupayakan agar tetap terjaga. Itupun yang sering kuingatkan kepada pengurus-pengurus baru yang berjalan saat ini, minimal sekedar sapa di sosial media masing-masing.

Pelajaran hidup, tidak selalu kita dapatkan dari kajian-kajian atau pertemuan formal dalam kelas dari seorang ustad atau ustazah. Pelajaran hidup juga sering kita dapatkan dari permasalahan yang kita hadapi sehari-hari. Meski tanpa petuah secara langsung, jika kita mau berpikir kita bisa mendapatkan hikmah dan pelajaran penting di dalamnya.

“Konflik itu akan selalu ada. Bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi.” Kalimat inilah yang selalu menjadi alarm bagiku.

Bersikap wise memang tidak mudah. Namun bila diiringi dengan kesabaran dan do’a semuanya akan bisa kita lalui dengan lapang dada dan mampu mendewasakan kita dalam bersikap. Ingat, jauhi ghibah yang hanya merugikan diri kita sendiri.

Well, teruntuk komunitasku, Selamat hari jadi yang ke-7 tahun. Semoga makin solid, makin dewasa dan menjadi tempat belajar berharga bagi setiap anggotanya agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.

 

1507960412130

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Dengarkan musik hits di sini :

Part Of

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Hijabers Makassar

"Fastabiqul Khairat"

Biru Pupus

Audhina Daw |dawai kata dalam kalimat

Pena Biru

Catatan-Catatan Kecil

a s r i a d i

mencatat kehidupan

A+

My life, my soul, my adventure

andi syahriyunita

Architecture and Lifestyle

MZUH BLOG

TRY TO BE GOOD WRITER

Enal D' dactylon

Jadikan Duniamu, Duniaku, Dunia Kita Menjadi Hijau

DaengGassing.com

Ngeblog Dulu, Ngevlog Kemudian

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

daengmacora

Just another WordPress.com site

%d blogger menyukai ini: