Hati-hati, Wajah Bisa Menipu!

10

8 Mei 2016 oleh muteina

FAF_8022

“…kudapati tatapan sinis dari seorang wanita cantik berambut panjang. Bila dilihat dari dandanannya, dia terlihat lebih tua dariku. Oh, sudah bisa ditebak. Kehadiranku mungkin mengganggu hubungan wanita ini dengan sahabat atau kekasihnya yang juga berada di dalam pete-pete ini, atau karena memang ada yang aneh pada wajahku?”

Ah, Cuaca terik lagi-lagi menjadi rayuan gombal untuk tidak ke mana-mana hari ini. Entah kenapa panas matahari seperti menjadi musuh utama saat akan beraktivitas di siang hari. Yang lebih mengherankan lagi kenapa mesti ada pertemuan dadakan pada jam-jam seperti ini. Berkeluh kesah dalam hati memang kerap menjadi kebiasaanku. Meskipun pada akhirnya kuputuskan untuk tetap keluar rumah menerobos terik mentereng di tengah hari.

Schooter matic putih yang telah menjadi sahabtaku, kali ini enggan diajak kompromi. Maka kuanggap wajar jikalau aku berkeluh. Berjalan kaki memang menyehatkan, namun yakin ada yang sependapat bila kukatakan berjalan kaki di tengah hari adalah aktivitas yang butuh perjuangan keras. Sekalipun hanya satu atau dua orang yang sepakat, tetap saja aku menganggap pernyataan tadi memang benar.

Sambil menunggu pete-pete, aku memilih berteduh di bawah pohon ketapang rindang yang sering ditongkrongi para daeng bentor. Belum 10 menit, sebuah pete-pete biru berhenti di depanku. Melihat garis warna orange pada sisi pete-pete itu, memberikan signal bahwa ini dia yang kutunggu, pete-pete menuju kawasan Mall Panakkukang, Makassar.

Tanpa pikir panjang, aku masuk kedalam pete-pete yang telah dihuni 7 orang penumpang di bagian belakang, tepatnya 4 orang pria dan 3 orang wanita yang bila kutebak sepertinya kami seusia atau lebih dewasa dariku. Jika dilihat dari keakrabannya, mereka adalah teman satu kampus yang akan bepergian ke satu tujuan yang sama atau mungkin satu kantor yang kebetulan memiliki arah yang sama. Whatever lah, ini bukan hal yang perlu untuk dipikirkan lebih jauh.

Mengambil tempat paling sudut belakang sebelah kiri, sedikit menyerongkan posisi duduk sehingga bisa menatap ke luar melalui jendela berkaca bening. Yah, dulunya posisi ini dan jalur perjalanan ini hampir setiap hari kulalui selama kurang lebih 3 tahun. Kali ini aku ingin mencoba menikmati perjalanan panas ini sambil mengenang masa itu, masa SMA.

Mau ke mana ki dek, kenapa sendiri ki?” Satu sapaan dari salah seorang pria yang kebetulan duduk tepat dihadapanku. Sapaan itu dilanjutkan dengan tawaan dari teman-teman lainnya, yang ikut berbicara dengan kalimat sedikit menggelitik. “Tidak baik itu pergi sendiri orang dek!” Kata seorang pria lainnya yang berada tepat di samping kiriku.

Tidak lucu, deh!” Sambung seorang wanita yang juga bagian dari mereka dengan nada sinis.

Akhirnya aku tertarik untuk melihat wajah yang berbicara. Mata kami bertemu, kudapati tatapan sinis dari seorang wanita cantik berambut panjang. Bila dilihat dari dandanannya, dia memang lebih tua dariku. Oh, sudah bisa ditebak. Kehadiranku mungkin mengganggu hubungan wanita ini dengan sahabat atau kekasihnya yang juga berada di dalam pete-pete ini, atau karena memang ada yang aneh pada wajahku? Tidak ada alasan untuk meladeni mereka. Aku memilih untuk kembali menikmati perjalanan di tengah hari yang mentereng ini.

Kebisingan dari canda tawa makin menjadi. Aku mulai beradaptasi dengan kondisi seperti ini. Pura-pura tidak menyimak adalah pilihan yang kuanggap sebagai satu-satunya solusi agar tidak terusik dan risih dengan gurauan mereka. Namun ada yang menarik dari perbincangan yang saya dengar.

Jurusan apa kau pilih di UNM, Sam? (nama disamarkan).” Kata wanita cantik tadi kepada pria yang berada di samping kiriku.

“Akuntansi, ka ituji kutau saya.” Jawabnya kepada wanita cantik tadi.

Dari perbincangan mereka saya menangkap sepertinya mereka adalah calon mahasiswa baru yang akan mendaftarkan diri pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau yang lebih akrab disebut dengan singkatannya SBMPTN tahun ini. Tentu saja membuatku kaget dan hampir tidak percaya. Mereka terlalu dewasa untuk menjadi calon mahasiswa baru tahun ini.

Aku tertarik untuk menyimak percakapan mereka lebih jauh, dan yah! mereka memang calon mahasiswa baru. Sedikit merasa tenang, karena ternyata aku lebih dewasa dari mereka. Tepatnya lebih tua. Tidak perlu kusebutkan berapa usiaku, namun sudah bisa dipastikan usiaku dengan calon mahasiswa baru terpaut sangat jauh.  Mungkin sekitar 7 atau bahkan sampai 10 tahun.

Ada keinginan untuk tertawa sebenarnya jika melihat fenomena anak muda sekarang. Saya teringat kata Dina adikku, “Anak muda sekarang seperti orang tua dan Orang tua malah mau jadi anak muda.” Kata orang tua maksudnya diarahkan kepada orang yang sudah dewasa. Sekarang saya makin sepakat dengan kalimat pertama, tapi belum untuk kaliamat kedua, orang tua yang ingin menjadi anak muda. Saya belum sepakat 100% karena tidak demikian dengan Bapak kami. Bapak tidak pernah berpikir ke masalah penampilan, wajah dan usia. Kalau ingin sehat seperti anak muda, mungkin bisa dibenarkan, mengingat bapak sudah puluhan tahun mengidap diabetes melitus.

Namun benar juga bila katakan “siapa sih yang tidak bangga bila sebut awet muda?” Ini mungkin yang menjadi alasan sehingga dikatakan orang tua ingin menjadi anak muda.

“Dek, bukan jeki’ pencuri? Kenapa seperti terambilki hatiku pas saya lihat ki?” Pria yang duduk di depanku kembali melontarkan kalimat lelucon di sela-sela kebisingan mereka saat memperbincangkan masalah SBMPTN. Tentu lelucon itu dilanjutkan dengan ketawa dari teman-teman lainnya. Sambil tersenyum aku menunggu komentar dari wanita cantik tadi, namun ternyata si cantik lebih memilih mengalihkan pembicaraan dengan melanjutkan masalah SBMPTN yang mereka bahas tadi.

Kejadian seperti ini bukan pertama kalinya kualami. Entah karena postur tubuh yang kerdil atau karena wajahku memang terlalu imut, sehingga aku bisa melewatinya dengan santai. Sebenarnya ada kebanggaan tersendiri sih, semakin meyakinkan bahwa memang aku awet muda. Namun mendapatkan perlakuan sinis dari sesama wanita yang bukan kali pertama, kadang membuat saya sedikit risih. Apalagi dari wanita yang jauh lebih muda.

Sayangnya, saya selalu memilih diam jika berada dalam kondisi seperti ini. Menceritakan tentang diri sendiri kepada orang yang tidak mau tahu tentang diri kita menurutku sebuah tindakan narsis yang terkesan bodoh. Iya kan?

Wajah dan penampilan memang bisa menipu. Bukan Cuma mereka, aku juga sempat tertipu oleh mereka. Mungkin selanjutnya kebiasaan asal menebak perlu kita hindari sebelum berbicara jauh dengan manusia masa kini. Bukan hanya menyangkut usia, ini juga bisa dijadikan cara mengantisipasi dan menjaga diri dari berbagai tindak kriminal. Karena sungguh, wajah dan penampilan bisa menipu.

 

Iklan

10 thoughts on “Hati-hati, Wajah Bisa Menipu!

  1. ratusya berkata:

    Iya mbak, banyak anak2 abg yang dandannya lebih dari orang dewasa. Pdhal kesian kulitnya kalo terlalu sering kena make up

    Salam kenal mbak

    Disukai oleh 1 orang

  2. Mbak Avy berkata:

    yang jelas….gak usah percaya sama orang yg baru dikenal mbak
    lebih baik diem dan tidak menanggapi…. cari amannya aja

    Disukai oleh 1 orang

  3. atikadjufrimandang berkata:

    Hehehe kak mute saya pernah berada di posisi tya, wah kalau kita diam. Saya ku tegur ki. :D:D

    Disukai oleh 1 orang

  4. nur rochma berkata:

    ABG sekarang luar biasa. Cewek2nya. Ya dandanannya ya pergaulannya.

    Disukai oleh 1 orang

  5. Annafillaah Nuna berkata:

    Kisahnya Kak Mute kebalikan dari saya… hahaha
    Lebih sering dikira lebih tua dari usia sebenarnya ><"

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dengarkan musik hits di sini :

Part Of

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Instagram

Maaf, videonya rada alay gitu... Song : RESAH - Cover by ME 😎 (Original by @payungteduhofficial )

Music : via Smule 🎤 I wanna know, but I don't wanna ask. Untuk Anda yang ingin lanjut kuliah S2,dan S3 atau Study Tour di Negeri Sakura, Negeri Teknologi, Negeri Animasi ... JEPANG

Insyaallah. 20-26 November 2017
Contact Person: 081354310291 #MCMakassar #MCHijaber #inagaleri #MeandMyHijab #hijabersmakassar #makassarhijabers #instamakassar #makassar #makassarkeren Come 'n join us, Hijabers Makassar

Info : bit.ly/komiteHMM Be happy, be bright, be you

#inagaleri #MeandMyHijab #makassarhijabers #hijabersmakassar
Biru Pupus

Audhina Daw |dawai kata dalam kalimat

PENA BIRU

Catatan Kecil

Pena Biru

Catatan-Catatan Kecil

Sarwendah Moury

Tetap Diam Untuk Jadi Penonton atau Mulai Bergerak Untuk Menjadi Pemain

a s r i a d i

mencatat kehidupan

A+

My life, my soul, my adventure

andi syahriyunita

Architecture and Lifestyle

MZUH BLOG

TRY TO BE GOOD WRITER

Enal D' dactylon

Jadikan Duniamu, Duniaku, Dunia Kita Menjadi Hijau

DaengGassing.com

Ngeblog Dulu, Ngevlog Kemudian

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Gradasi Ungu dan Jingga

melihat tanpa menyentuh, merasa tanpa meraba

daengmacora

Just another WordPress.com site

Kue Jahe

Menulis, pekerjaan yang tidak pernah selesai.

%d blogger menyukai ini: