Menjawab Komentar Tentang Hijabers

7

14 April 2016 oleh muteina

395ca-rame2

Duniaji ini, weh! Kau kayak bidadari nyasar saja pakai selendang di kepala!” Kalimat itulah yang pernah disodorkan kepada saya saat hendak menghadiri event komunitas yang saya geluti sejak 5 (lima) tahun terakhir, Komunitas Hijabers.

Bukan hanya saya, Sahabat-sahabat yang tergabung dalam komunitas ini sering mendapatkan komentar pedas seperti “Berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk bergaya dengan hijabmu?” atau “Kamu berhijab, hatimu sudah berhijab belum?” Bahkan lebih parahnya lagi ada yang mendapatkan komentar “Orang seperti kalian, mending tidak usah berhijab. Lepas mi!” Tidak menutup kemungkinan hijabers di luar sana juga sering mendapatkan komentar yang hampir sama.

Beberapa tahun terakhir, komunitas ini telah menjadi topik perbincangan dari berbagai kalangan. Hijabers, kata yang dilekatkan pada kumpulan wanita yang memakai kerudung warna-warni, cantik, suka nongkrong, kaya dan sosialita.

Hijabers adalah suatu komunitas yang sengaja dibentuk sebagai wadah silaturrohim untuk para wanita berhijab. Kata Hijabers sendiri berasal dari bahasa Arab “hijab” yang berarti “penghalang”. Di beberapa negara  Arab dan negara Barat, kata “hijab” lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Kata hijab selanjutnya ditambahkan akhiran “er” yang dalam bahasa Inggris dapat berarti sebagai pelaku atau orang yang melakukan.  Hijaber diberi lagi akhiran “s” yang mengartikan pelakunya lebih dari satu orang. Jadi, hijabers bisa diartikan sebagai para pengguna hijab atau orang-orang yang berhijab.

Komunitas Hijabers terbentuk pada tahun 2010 di Jakarta yang bernama Hijabers Community atau yang lebih akrab dengan singkatannya HC. Penggiat komunitas ini memang pada awalnya adalah para model dan fashion designer muda Indonesia yang telah memutuskan untuk berhijab. Sebut saja Dian Pelangi, Jenehara, Ria Miranda, dan Lulu ElHasbu. Inilah yang melatarbelakangi sehingga para penggiat komunitas Hijabers terlihat stylish meski memakai hijab atau menggunakan pakaian yang tertutup.

ae790-founders

Dian Pelangi, Jenehara, Ria Miranada & Lulu Elhasbu

Salah satu tujuan komunitas ini terbentuk adalah ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa memakai hijabpun bisa tampil trendy, hijab bukan menjadi alasan untuk tidak memadupadankan pakaian agar tetap mengikuti trend yang ada. Secara halus komunitas ini ingin membuktikan bahwa wanita berhijab juga bisa berpenampilan layaknya mereka yang tidak memakai hijab. Tujuan lain dari komunitas Hijabers adalah untuk menunjukkan bahwa berhijab tidak akan menghalangi kita untuk berprestasi dan berkarir.

Pertanyaan yang sering muncul, “Apakah menjadi bagian dari Hijabers harus memakai kain berwarn-warni, rempong, cantik dan kaya?” Jawabannya tidak! Saya buktinya. Saya bukan orang kaya, hijab yang saya kenakan tidak berwarna-warni, saya tidak merasa rempong, dan pakaian yang saya kenakan bukan pakaian mahal. Sahabat-sahabat yang tergabung dalam komunitas Hijaberspun demikian. Siapapun anda, bila berhijab, maka anda telah menjadi hijaber (orang yang berhijab). Hijabers cantik-cantik? Yah, karena hijablah yang membuat mereka terlihat cantik dan anggun.

Tidak jarang juga kita mendengar komentar, “Hijab disusun-susun memakai puluhan jarum pentul, emang akupuntur?” Jangan salah, Hijabers mengenakan hijab dengan bentuk yang bervariasi, jika dilihat sepintas memang terlihat rumit. Namun pada kenyataannya, Hijabers selalu berkreasi hijab dengan cara yang simple dan menggunakan sedikit jarum pentul bahkan tanpa menggunakan pentul sama sekali. Jika anda melihat wanita berhijab dengan model yang unik dan terjuntai menutupi dada, maka itulah style ala Komunitas Hijabers yang sesungguhnya. Menggunakan puluhan pentul, mungkin yang dimaksud adalah model hijab pengantin muslimah. Perlu anda ketahui model hijab untuk pengantin ini sudah ada jauh sebelum Hijabers hadir di Indonesia.

Pertanyaan selanjutnya, “Apa tujuan kreasi hijab ala Hijabers?” Tujuannya tidak lain adalah untuk membantu hijabers yang  ingin menggunakan hijab simple dan terlihat berbeda dari biasanya. “Kenapa Hijabers selalu menggunakan aksesoris dan makeup yang berlebihan?” Hijabers dalam hal ini Komunitas Hijabers telah menganjurkan untuk menggunakan makeup dan memakai aksesoris di tempat-tempat tertentu. Tips makeup, pemilihan aksesoris sampai pada pemilihan jenis serta warna kain dari para penggiat komunitas Hijabers sudah bisa anda temukan bila berseluncur di internet.

Sayangnya, banyak hijabers baru yang menggunakan makeup dan aksesoris berlebihan serta memadupadankan warna-warna mencolok yang bukan pada tempatnya. Imbasnya tentu komentar pedas kembali dilontarkan pada komunitas Hijabers.

Ada juga yang berkomentar, “Berhijab adalah perintah agama, mengapa dikaitkan dengan fashion?” Hijabers memang sedikit memberikan sentuhan fashion dalam berbusana. Sebenarnya sentuhan fashion ini merupakan salah satu strategi yang ditujukan untuk para remaja yang belum berhijab. Hijabers berkarya untuk memerangi trend terbaru dari luar yang mulai ditiru oleh remaja-remaja masa kini. Hijabers ingin menunjukkan bahwa dengan behijab dan tertutup andapun dapat terlihat trendy tanpa harus mengikuti gaya sang idola yang cenderung terbuka, tentunya dibarengi dengan pemahaman agama, sehingga tidak ada lagi alasan bagi para wanita untuk tidak berhijab.

Strategi inipun dilirik oleh para profesional fashion designer dan brand ternama dari dalam negeri bahkan sampai mancanegara. Sebut saja Stefano Gabbana, fashion designer brand “Dolce & Gabbana” dari Italia yang mengeluarkan koleksi hijab dan abayya pertamanya, pada Januari 2016 yang lalu. Tommy Hilfinger, Fashion Designer dari Amerika Serikat yang lebih dulu mengeluarkan koleksi pakaian tertutup dan dipasarkan untuk Ramadan, pada Juni 2015 lalu, dan “Mango” Brand asal Barcelona yang mengaku mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan koleksi Ramadan-nya.

Selain masyarakat yang latah menggunakan hijab, para designer juga mulai merancang busana terbaru ala Hijabers. Bila dulu pakaian untuk wanita berhijab hanyalah baju klasik berlengan panjang dipadukan dengan rok atau celana serta kerudung. Saat ini sangat mudah menemukan berbagai busana yang up to date, modis, dengan bermacam harga dari yang ekonomis hingga harga selangit. Inilah yang menjadi jawaban dari pertanyaan beberapa orang mengapa ada Fashion Show di Hijabers. Profesional fashion designer sebelum memasarkan produk terbarunya akan menggelar fashion show terlebih dahulu. Untuk lebih mempertegas bahwa karya tersebut untuk para hijaber, maka sang modelpun dipercantik dengan mengenakan hijab.

82c76-landscape-1452042139-landscape-1452019797-hbz-dolce-gabbana-arabia-index

Koleksi hijab dan abayya by Dolce & Gabbana [Mozaikislamterkini.com]

Komentar yang paling parah, “Orang seperti kalian, mending tidak usah berhijab. Lepas mi!” Biasanya kalimat ini muncul karena menilai banyak wanita berhijab namun masih berperilaku buruk. Berbicara mengenai hijab dan perilaku, menuai banyak pro dan kontra, hijab tidak bisa menjadi satu-satunya parameter seseorang bahwa dia akan benar-benar menutupi auratnya luar dan dalam. Dengan kata lain, hijab tidak bisa dijadikan alat ukur atau jaminan hijabers untuk tetap berperilaku sebagai muslimah yang seutuhnya. Merubah sikap apalagi karakter pada seseorang membutuhkan proses, tidak semudah mengubah penampilan.

Setiap hijaber memiliki alasan tersendiri menggunakan hijab. Namun di luar itu, patutnya kita menghargai keputusan yang telah mereka pilih untuk berpenampilan lebih tertutup. Demikian pula diungkapkan oleh seorang bintang sinentron sekaligus penyanyi, presenter, dan aktivis sosial di Indonesia yang juga telah memutuskan untuk berhijab, Paggy Melati Sukma dalam sebuah Talkshow di Makassar pada tahun 2014 lalu, Peggy berpesan kepada masyarakat untuk menghargai apapun alasan wanita yang telah memilih berhijab. Setiap orang memiliki cara dan pintu tersendiri untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik.

1483350_10200167547230044_1994561164_n

Peggy Melati Sukma (kiri)

Tidak bisa kita pungkiri, kehadiran Hijabers memang memberi harapan baru untuk wanita yang selama ini kurang percaya diri mengenakan hijab. Jika sebelumnya banyak yang beranggapan bahwa berhijab itu kuno dan tidak bisa berkarir tinggi, maka saat ini persepsi itu mesti dibuang jauh-jauh. Apapun yang dikatakan orang tentang hijabers, bagi segelintir wanita, komunitas ini telah memiliki arti tersendiri.

Saya salah satunya yang sempat memutuskan untuk berhijab saat duduk di bangku SMP. Bukannya mendapat pujian, justru mendapat banyak celaan, disebut pendek, ibu-ibu, kampungan bahkan teman-teman sekelas memberi julukan baru “Ninja Hatori.” Mendapat prestasi sebagai pringkat pertama selama 3 caturwulan (sekarang berubah menjadi semester) berturut-turut, ternyata tidak mampu membuat teman-teman menerima dan senang dengan penampilan saya yang tertutup. Akhirnya saya memutuskan untuk membuka hijab. Selama membuka hijab saya kembali menjadi diri sendiri, bergaul dengan banyak teman, dan berprestasi di kelas maupun di organisasi sekolah.

Kehadiran komunitas Hijaberslah (Hijabers Moslem Makassar) yang mengembalikan rasa percaya diri saya dalam berhijab. Komunitas yang terbentuk pada 16 April 2011 ini memberikanku kesan dan pembelajaran yang sangat baik. Sejak pertama bergabung, saya mendapatkan sambutan  yang sangat bersahabat. Teman-teman yang ramah, saling mengingatkan waktu Shalat, tausyiah rutin dilanjutkan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an serta melakukan kegiatan sosial.

Terlepas dari setiap komentar buruk tentang Hijabers, tentunya masih ada hijabers di luar sana yang juga mendapatkan manfaat positif atas kehadiran komunitas yang banyak menuai kritikan ini.

IMG_7939

Suasana pengajian perdana komunitas HIjabers Moslem Makassar, 2011

Well, bisa dikatakan Hijabers sudah kenyang dengan berbagai komentar baik dan buruk. Jadi bila anda ingin berkomentar dengan kalimat yang kurang lebih sama dengan kelimat-kalimat tadi, anda andalah orang yang kesekian kalinya. Bisa dipastikan para Hijabers akan tersenyum manis kepada anda. Tentunya tersenyum bukan karena tidak mampu menjawab.

(Tulisan ini kupersembahkan sebagai hadiah ulang tahun yang ke-5 untuk komunitasku, Hijabers Moslem Makassar. Komunitas yang kukenal ramah dan selalu menjadi inspirasi. Semoga apa yang diharapkan dengan terbentuknya komunitas ini tetap terjaga. Wassalam).

Iklan

7 thoughts on “Menjawab Komentar Tentang Hijabers

  1. Baru tahu cerita dibalik komentar Hijabers, keren kak Mut,,

    sukakk 😀

    Suka

  2. Iyan berkata:

    Jadi pengen jadi hijabers *eh

    Suka

  3. daengmacora berkata:

    Epik!

    *perbaiki hijab*

    Salut untuk teman2 hijabers..
    Keep istiqomah..

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ninot berkata:

    U/ komentar terakhir saya tambahin ya muth,, hijab atau menutup aurat itu perintah Allah SWT. So, yg belum berhijab dan mencibir hijabers..setidaknya mereka lebih baik karna sudah menjalankan perintah-Nya. U/ masalah akhlas seseorang itu hubungan masing2 individu ddan Sang Pencipta.

    Good job Mute 😉

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dengarkan musik hits di sini :

Part Of

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Instagram

HERE THEY ARE !!! 124 komunitas telah resmi terdaftar dalam PESTA KOMUNITAS MAKASSAR 2017 !!!! Sudahkah komunitas kalian bergabung dalam 124 komunitas tersebut ? 
Jika belum, yukksss masih ada kesempatan untuk mendaftarkan komunitas kalian. 
Daftarkan komunitas kece kalian <<< bit.ly/pkm2017-datakomunitas >>> Dan jangan lupa untuk mengirimkan logonya <<< humpubdok@gmail.com >>> Daftarkan segera komunitas kalian dan bergabunglah bersama kami dalam PESTA KOMUNITAS MAKASSAR 2017 !

MARI BERSAMA MERDEKA DENGAN KARYA 👊 Selamat Hari Anak Nasional 2017.
On Festival Anak Makassar 2017 bersama @sobatlemina 👬👬👬👬👭👭👭👭 Kamu akan terlihat sangat manis saat tersenyum. Tersenyumlah... Ini akan jauh lebih baik untukmu, jiwamu dan aku. *eaaaa.... #MCMakassar #meandmyhijab Jam istirahat itu anugerah... Manfaatkan selagi ada kesempatan!!! *Dalih saat ditanya "knp tertidur?" Sebenarnya jawabannya hanya karena kakak muthe "mengantuk." MC on Trend Hijab Expo 2017. #Latepost #MCMakassar #inagaleri 3 Hari lagi... Festival Anak 2017 bersama @sobatlemina . Yuhuuuu!!!!
#HariAnakNasional #VolunteerAnak Aku ingin terus melukis senyum di wajah peneduh jiwaku. Karena itu aku tidak boleh sakit atau lelah sedikitpun. 
Sehat selalu yah jueng... Sakit itu tdk enak... 😂 *MC on Tupperware event. #Latepost #MCMakassar #MCHijaber #inagaleri
Biru Pupus

Audhina Daw |dawai kata dalam kalimat

PENA BIRU

Catatan Kecil

Pena Biru

Catatan-Catatan Kecil

Sarwendah Moury

Tetap Diam Untuk Jadi Penonton atau Mulai Bergerak Untuk Menjadi Pemain

a s r i a d i

mencatat kehidupan

A+

My life, my soul, my adventure

MZUH BLOG

TRY TO BE GOOD WRITER

Enal D' dactylon

Jadikan Duniamu, Duniaku, Dunia Kita Menjadi Hijau

DaengGassing.com

Ngeblog Dulu, Ngevlog Kemudian

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Gradasi Ungu dan Jingga

melihat tanpa menyentuh, merasa tanpa meraba

daengmacora

Just another WordPress.com site

Kue Jahe

Menulis, pekerjaan yang tidak pernah selesai.

%d blogger menyukai ini: